BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Review Book
Secara etimologi resensi berasal dari bahasa latin, yaitu kata kerja revidere
dan resensere, yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai.
Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recencie,
sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dalam istilah review. Dari
istilah tersebut mengacu pada dalam hal yang sama, yakni mengulas tentang buku.
Di Indonesia sendiri, resensi juga sering diistilahkan dengan timbangan buku,
tinjauan buku, bedah buku, dan sebagainya.
Menurut beberapa tokoh
resensi buku yaitu:
1. Menurut Keraf, resensi adalah
suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.[1]
2. Oktavianawati mengatakan bahwa
resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya, baik itu
buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD.[2]
3. Menurut Nurudin, meresensi buku
adalah kegiatan dengan memberikan penilaian terhadap sebuah buku,
menginformasikan data buku dengan tujuan menginformasikan pada masyarakat lewat
media massa (cetak atau elektronik).[3]
4. Dalam kamus jurnalistik, resensi
mempunyai arti tulisan di media massa yang berisi penilaian tentang kelebihan
atau kekurangan sebuah hasil karya tulis (buku), karya sastra (novel), atau
karya seni (film atau novel). Biasanya mengandung penilaian tentang tema, dan
isi, kritikan serta dorongan terhadap public perlu tidaknya membaca atau
menonton karya tersebut.
5. Hoesnaeni mengatakan bahwa resensi
adalah tulisan timbang suatu hasil karya atau wawasan tentang baik atau kurang
baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam karya sastra.[4]
Jadi kesimpulannya, resensi buku adalah sebuah tulisan ilmiah yang
membahas isi dari sebuah buku dan memberitahukan kepada pembaca tentang
kelebihan dan kelemahan sebuah buku. Oleh sebab itu, sebagai seorang penulis resensi haruslah jujur dan paham
terhadap isi buku atau tulisan yang diresensinya. Dalam hal ini, ketelitian dan
kecermatan seorang peresensi tersebut terdapat isi buku yang diperhatikan.
B.
Tujuan Penulisan Review Book
Menurut Samad Daniel
(1997:2), ia mengemukakan bahwa tujuan penulisan resensi buku meliputi empat
tujuan antara lain:
1.
Memberikan informasi atau pemahaman yang
komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
2.
Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan,
dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah
buku.
3.
Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah
sebuah buku pantas mendapatkan sambutan dari masyarakat atau tidak.
4.
Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang
melihat buku yang baru terbit seperti: siapa pengarangnya, mengapa ia menulis
buku itu, bagaimana hubungan dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang
sama, dan bagaimana hubungannya dengan buku sejenis karya pengarang yang lain.
Dan secara umum tujuan meresensi sebuah buku adalah menginformasikan isi
buku tentang yang ditulis dan dibahas, kepada masyarakat luas khususnya para
pembaca.
Berdasarkan pendapat
Samad Daniel diatas, ada empat hal yang perlu diperlu diperhatikan oleh seorang
peresensi bukuu, yaitu:
a.
Informasi yang disampaikan harus jelas
b.
Mampu mengajak pembaca untuk bersifat kritis
terhadap hasil resensi
c.
Hasil resensi harus bersifat persuasive
d.
Memiliki sikap kreatif dalm meresensi buku.
C.
Ruang Lingkup Review Book
1.
Dasar resensi
Ada dua faktor
yang harus dipertimbangkan agar peresensi dapat memberikan penilaian secara
objektif terhadap buku yang diresensinya. Pertama, peresensi mengetahui
sepenuhnya apa tujuan penulis asli, yang dapat diketahui dari kata pengantar.
Kedua, harus menyadari apa maksud dan tujuan menulis resensi itu.[5]
2. Sistematika resensi atau bagian-bagian resensi
yang dikenal juga dengan istilah unsur resensi.
Unsur resensi yang membangun menurut Daniel
(1997:7-8) adalah sebagai berikut:
a.
Judul Resensi
Judul resensi harus
menggambarkan isi resensi. Penulis judul resensi harus jelas, singkat, dan
tidak menimbulkan kesalahan dalam pefsiran. Judul resensi juga harus menarik,
sebab judul yang menarik bisa menarik minat pembaca. Namun, judul yang menarik
pun harus sesuai dengan isinya.
b.
Data Buku
Secara
umum ada dua cara penulisan data buku yang bisa ditemukan dalam penulisan
resensi dimedia cetak antara lain:
1)
Judul buku (apakah buku itu termasuk buku hasil
terjemahan? Kalau demikian, tulisankan judul aslinya).
2)
Pengarang (kalau ada, tulislah juga penerjemah,
editor atau penyunting seperti yang tertera pada buku).
3)
Penerbit
4)
Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan
keberapa)
5)
Tebal buku
6)
Harga buku
c.
Membuat pendahuluan
Pada
bagian pendahuluan dapat dimulai dengan hal-hal sebagai berikut:
1)
Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya
berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh pengarang.
2)
Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah
ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain.
3)
Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang
4)
Memaparkan keunikan buku
5)
Merumuskan tema buku
6)
Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku
7)
Mengungkapkan kesan terhadap buku
8)
Mengajukan pertanyaan
9)
Membuka dialog
d.
Tubuh atau pertanyaan resensi buku
Tubuh
atau isi pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini:
1)
Synopsis atau isi buku
2)
Ulasan singkat tentang buku
3)
Keunggulan buku
4)
Kelemahan buku
5)
Rumusan kerangka buku
6)
Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit)
7)
Adanya kesalahan cetak
e.
Penutup
Bagian akhir
resensi biasanya diakhiri dengan sasaran yang ditinjau oleh buku itu. Kemudian
berikan penjelasan juga apakah memang buku itu cocok dibaca oleh sasaran yang
dituju oleh pengarang atau tidak, kemudian berikan pula alasan-alasan yang
logis.[6]
3.
Jenis-jenis Resensi Buku
Menurut Suryono resensi buku dibagi berdasarkan
sudut pandang atau sudut tinjauan, yang digunakan adalah resensi berdasarkan
media atau forum sajiannya dan resensi berdasarkan isi resensi atau isi
sajiannya. Berdasarkan media dan forumnya, resensi buku dibagi menjadi dua,
yaitu:
a. Resensi Ilmiah, resensi ini digunakan dengan
tata cara keilmuan tertentu, menggunakan rujukan atau acuan dan bahasa resmi
dari buku serta dipaparkan sangat lengakap.
b. Resensi Ilmiah populer, tidak menggunakan
rujukan atau acuan tertentu. Selain itu, resensinya hanya sering memaparkan
bagian yang menarik saja. Penyajiannya pun tidak terlalu tunduk pada bahasa
resmi atau bahasa baku.
Berdasarkan isi sajian atau resensinya, resensi
buku digolongkan menjadi tiga jenis yaitu:
1)
Resensi Informatif
Resensi ini
hanya berisi informasi tentang hal-hal dari suatu buku. Pada umumnya resensi
ini hanya ringkasan dan paparan mengenai isi buku ataupun hal-hal yang
bersangkutan denagn suatu buku.
2)
Resensi evaluative
Resensi ini lebih
banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku dan hal yang berkaitan
dengan buku. Informasi tentang buku hanya disajikan sekials saja, bahkan
terkadang hanya disajikan ilustrasinya.
3)
Resensi informatif – evaluatif (gabungan)
Resensi ini
merupakan perpaduan dari kedua jenis resensi yaitu resensi informatif dan
evaluative. Resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan buku atau
hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang
isi buku.
Dari ketiga
jenis resensi diatas, jenis resensi ketigalah yang paling ideal karena
memberikan laporan dan pertimbangan yang memadai. Oleh karena itu, dalam
meresensi buku, penulis resensi lebih memilih jenis resensi yang ketiga karena
memiliki isi kajian yang lebih lengkap dibandingkan kedua jenis resensi yang
lainnya.
Sedangkan Daniel (1997) membagi resensi menjadi
duan jenis yaitu:
a. Resensi buku nonsatra, bisa disajikan secara
informative, evaluative maupun dengan resensi campuran.
b. Resensi buku sastra, hampir menyerupai dengan
meresensi karya sastra karena materi atau unsur-unsurnya berbeda dengan buku
non fiksi.[7]
4.
Sasaran Resensi
Isdriani (2005:
152) mengatakan bahwa pokok-pokok yang dapat dijadikan sasran penilaian sebuah
buku atau karya adalah latar belakang, jenis buku dan keunggulan buku. Hal yang
diperhatiakn dalam menulis resensi adalah tidak ada dua buku dengan tema yang
sama.[8]
5.
Kualifikasi Peresensi
Untuk dapat meresensi, anda perlu memiliki
kualifikasi sebagai berikut:
a.
Memiliki pengetahuan di bidangnya
b.
Memilki kemampuan analisis
c.
Memiliki pengetahuan dalam acuan yang
sebanding.[9]
D.
Langkah Penyusunan Review Book
Sebelum menulis resensi perlu memahami terlebih dahulu langakh-langkah
yang harus ditempuh. Berkaitang dengan itu Daniel (1997: 6-7) memberikan
langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Penjajakan atau
pengenalan terhadap buku yang akan diresensi
2.
Membaca buku yang
akan diresensi secara komprehensif, cermat dan teliti
3. Menandai
bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian
yang dikutip untuk dijadikan data.
4.
Membuat synopsis atau
intisari dari buku yang akan diresensi
5. Menentukan sikap dan
menilai hal-hal yang berkaitan dengan organisasi penulis, bobot ide, aspek
bahasanya, dan aspek teknisnya.
E.
Contoh Review Book
Resensi novel 5 cm
Judul novel : 5 cm
Penulis : Donny
Dirgantoro
Penerbit : PT Grasindo
Tahun Terbir : 2007
Tebal : 381
halaman
Sinposis
Buku 5 cm ini menceritakan tentang persahabatan lima anak pemuda yang sudah
menjalani persahabatan selam 7 tahun, mereka yaitu Arial, Riana, Zahfar, Ian,
Genta. Mereka adalah sahabat yang kompak, memiliki obsesi dan impian
masing-masing. Mereka selalu bertemu dan berkumpul setiap saat. Karena bosan,
setiap saat mereka saling bertemu dan berkumpul, akhirnya mereka memutuskan
untuk tidak saling berkomunikasi selama 3 bulan.
Selama 3 bulan berpisah, terjadi banyak hal yang membuat hidup mereka lebih
berwarna dari sebelumnya. Arial yang jatuh cinta dengan teman fitnesnya, riana
yang sukses ditempat kerjanya, ian yang berhasil menyelesaikan skripsinya,
Genta yang sukses sebagai EO sebuah pameran dan Zafran yang semakin
tergila-gila dengan Arinda, adik kandung Arial. Pertemuan setelah 3 bulan
mereka rayakan dengan mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa “Mahameru” dan
dalam perjalanan ini mereka menemukan arti persahabatan yang sesungguhnya.
Unsur Intrinsik Novel
1.
Tema : persahabatan 5 anak
muda yang memiliki sifat yang berbeda
2.
Latar Belakang: Stasiun Kereta Api Senen,
Stasiun Lempuyeng, Ranu Pane, Ranu
Kumbolo, puncak Mahameru.
3.
Waktu : pagi hingga malam
4.
Suasana : menyenangkan,
menegangkan, mengharukan
5.
Alur : novel ini
menggunakan alur maju mundur, karena terjadi cerita flashback dan kejadian yang
akan dating.
6.
Gaya bahasa : menggunakan bahasa yang
mudah dipahami oleh pembaca.
7.
Amanat : Sahabat sejati adalah
sahabat yang selalu pengertian kepada kita, hal yang perlu kita miliki adalah
“keyakinan” karena dengan keyakinan kita bisa menaklukan apa saja yang membuat
kita menjadi lemah.
8.
Penokohan :
a.
Arial adalah pria terganteng diantara mereka,
serta bertubuh atletis.
b.
Riana adalah gadis berkacamata yang cantik,
cerdas dan selalu mengutamakan prestasi.
c. Zafran adalah pria berbadab kurus, anak band,
suka bersya’ir dan hidupnya kurang lengkap bila tidak bersya’ir.
d.
Ian adalah pria yang gila bola, suka makan dan
fans dari happy salma.
e. Genta adalah pria aktivis kampus, baik hati,
dan merupakan “leader” diantara sahabat-sahabatnya.
Kelebihan Novel
Didalam novel
terdapat kata-kata yang membuat kita termotivasi dan bersemangat. Ditambah
dengan penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan penataan setting waktu yang
dibuat secara detail.
Kekurangan
Novel
Pada saat ending,
keadaannya sangat memaksa, dengan pembentukan sebuah keluarga diantara 5
sahabat tersebut. Dan dengan keturunan yang memiliki 5 sifat yang sama seperti
5 sahabat tersebut.
[1] Heri Jauhari, Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2008), hlm 145
[2] Dahlan, Keterampilan
Menulis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), hlm 229-230
[3] Nurudin, Kiat
Meresensi Buku di Media Cetak, (Jakarta: Muria Kencana, 2009) hlm 5
[4] Asep Syaiful M
& Romli, Kamus Jurnalistik, (Bandung: Refika Offest, 2008) hlm 112
[5] Sri Hapsari
Wijayanti dkk, Bahasa Indonesia Penulisan Penyajian Karya Ilmiah,
(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2013), hlm 178-179
[6] Dahlan, Keterampilan
Menulis, ...., hlm 235-237
[7] Dahlan, Keterampilan
Menulis, ...., hlm 232-234
[8] Dahlan, Keterampilan
Menulis , ...., him 234
[9] Sri Hapsari
Wijayanti, Bahasa Indonesia Penulisan Penyajian Karya Ilmiah,...., hlm
181
Tidak ada komentar:
Posting Komentar