2016/12/24

REVIEW BOOK (Resensi Buku)

BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Review Book
Secara etimologi resensi berasal dari bahasa latin, yaitu kata kerja revidere dan resensere, yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda dikenal dengan recencie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dalam istilah review. Dari istilah tersebut mengacu pada dalam hal yang sama, yakni mengulas tentang buku. Di Indonesia sendiri, resensi juga sering diistilahkan dengan timbangan buku, tinjauan buku, bedah buku, dan sebagainya.
Menurut beberapa tokoh resensi buku yaitu:
1.   Menurut Keraf, resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya atau buku.[1]
2.   Oktavianawati mengatakan bahwa resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya, baik itu buku, novel, majalah, komik, film, kaset, CD, VCD, maupun DVD.[2]
3.   Menurut Nurudin, meresensi buku adalah kegiatan dengan memberikan penilaian terhadap sebuah buku, menginformasikan data buku dengan tujuan menginformasikan pada masyarakat lewat media massa (cetak atau elektronik).[3]
4.  Dalam kamus jurnalistik, resensi mempunyai arti tulisan di media massa yang berisi penilaian tentang kelebihan atau kekurangan sebuah hasil karya tulis (buku), karya sastra (novel), atau karya seni (film atau novel). Biasanya mengandung penilaian tentang tema, dan isi, kritikan serta dorongan terhadap public perlu tidaknya membaca atau menonton karya tersebut.
5.  Hoesnaeni mengatakan bahwa resensi adalah tulisan timbang suatu hasil karya atau wawasan tentang baik atau kurang baiknya kualitas suatu tulisan yang terdapat dalam karya sastra.[4]
Jadi kesimpulannya, resensi buku adalah sebuah tulisan ilmiah yang membahas isi dari sebuah buku dan memberitahukan kepada pembaca tentang kelebihan dan kelemahan sebuah buku. Oleh sebab itu, sebagai seorang penulis resensi haruslah jujur dan paham terhadap isi buku atau tulisan yang diresensinya. Dalam hal ini, ketelitian dan kecermatan seorang peresensi tersebut terdapat isi buku yang diperhatikan.
B.       Tujuan Penulisan Review Book
Menurut Samad Daniel (1997:2), ia mengemukakan bahwa tujuan penulisan resensi buku meliputi empat tujuan antara lain:
1.      Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
2.      Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
3.      Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku pantas mendapatkan sambutan dari masyarakat atau tidak.
4.      Menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku yang baru terbit seperti: siapa pengarangnya, mengapa ia menulis buku itu, bagaimana hubungan dengan buku-buku sejenis karya pengarang yang sama, dan bagaimana hubungannya dengan buku sejenis karya pengarang yang lain.
Dan secara umum tujuan meresensi sebuah buku adalah menginformasikan isi buku tentang yang ditulis dan dibahas, kepada masyarakat luas khususnya para pembaca.
Berdasarkan pendapat Samad Daniel diatas, ada empat hal yang perlu diperlu diperhatikan oleh seorang peresensi bukuu, yaitu:
a.       Informasi yang disampaikan harus jelas
b.      Mampu mengajak pembaca untuk bersifat kritis terhadap hasil resensi
c.       Hasil resensi harus bersifat persuasive
d.      Memiliki sikap kreatif dalm meresensi buku.
C.      Ruang Lingkup Review Book
1.      Dasar resensi
Ada dua faktor yang harus dipertimbangkan agar peresensi dapat memberikan penilaian secara objektif terhadap buku yang diresensinya. Pertama, peresensi mengetahui sepenuhnya apa tujuan penulis asli, yang dapat diketahui dari kata pengantar. Kedua, harus menyadari apa maksud dan tujuan menulis resensi itu.[5]
2.    Sistematika resensi atau bagian-bagian resensi yang dikenal juga dengan istilah unsur resensi.
Unsur resensi yang membangun menurut Daniel (1997:7-8) adalah sebagai berikut:
a.       Judul Resensi
Judul resensi harus menggambarkan isi resensi. Penulis judul resensi harus jelas, singkat, dan tidak menimbulkan kesalahan dalam pefsiran. Judul resensi juga harus menarik, sebab judul yang menarik bisa menarik minat pembaca. Namun, judul yang menarik pun harus sesuai dengan isinya.
b.      Data Buku
Secara umum ada dua cara penulisan data buku yang bisa ditemukan dalam penulisan resensi dimedia cetak antara lain:
1)      Judul buku (apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan? Kalau demikian, tulisankan judul aslinya).
2)      Pengarang (kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor atau penyunting seperti yang tertera pada buku).
3)      Penerbit
4)      Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan keberapa)
5)      Tebal buku
6)      Harga buku
c.       Membuat pendahuluan
Pada bagian pendahuluan dapat dimulai dengan hal-hal sebagai berikut:
1)      Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa saja yang diperoleh pengarang.
2)      Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang sendiri maupun oleh pengarang lain.
3)      Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang
4)      Memaparkan keunikan buku
5)      Merumuskan tema buku
6)      Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku
7)      Mengungkapkan kesan terhadap buku
8)      Mengajukan pertanyaan
9)      Membuka dialog
d.      Tubuh atau pertanyaan resensi buku
Tubuh atau isi pertanyaan resensi buku biasanya memuat hal-hal dibawah ini:
1)      Synopsis atau isi buku
2)      Ulasan singkat tentang buku
3)      Keunggulan buku
4)      Kelemahan buku
5)      Rumusan kerangka buku
6)      Tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit)
7)      Adanya kesalahan cetak
e.       Penutup
Bagian akhir resensi biasanya diakhiri dengan sasaran yang ditinjau oleh buku itu. Kemudian berikan penjelasan juga apakah memang buku itu cocok dibaca oleh sasaran yang dituju oleh pengarang atau tidak, kemudian berikan pula alasan-alasan yang logis.[6]
3.      Jenis-jenis Resensi Buku
Menurut Suryono resensi buku dibagi berdasarkan sudut pandang atau sudut tinjauan, yang digunakan adalah resensi berdasarkan media atau forum sajiannya dan resensi berdasarkan isi resensi atau isi sajiannya. Berdasarkan media dan forumnya, resensi buku dibagi menjadi dua, yaitu:
a.      Resensi Ilmiah, resensi ini digunakan dengan tata cara keilmuan tertentu, menggunakan rujukan atau acuan dan bahasa resmi dari buku serta dipaparkan sangat lengakap.
b.   Resensi Ilmiah populer, tidak menggunakan rujukan atau acuan tertentu. Selain itu, resensinya hanya sering memaparkan bagian yang menarik saja. Penyajiannya pun tidak terlalu tunduk pada bahasa resmi atau bahasa baku.
Berdasarkan isi sajian atau resensinya, resensi buku digolongkan menjadi tiga jenis yaitu:
1)      Resensi Informatif
Resensi ini hanya berisi informasi tentang hal-hal dari suatu buku. Pada umumnya resensi ini hanya ringkasan dan paparan mengenai isi buku ataupun hal-hal yang bersangkutan denagn suatu buku.
2)      Resensi evaluative
Resensi ini lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku dan hal yang berkaitan dengan buku. Informasi tentang buku hanya disajikan sekials saja, bahkan terkadang hanya disajikan ilustrasinya.
3)      Resensi informatif – evaluatif (gabungan)
Resensi ini merupakan perpaduan dari kedua jenis resensi yaitu resensi informatif dan evaluative. Resensi jenis ini disamping menyajikan semacam ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku.
Dari ketiga jenis resensi diatas, jenis resensi ketigalah yang paling ideal karena memberikan laporan dan pertimbangan yang memadai. Oleh karena itu, dalam meresensi buku, penulis resensi lebih memilih jenis resensi yang ketiga karena memiliki isi kajian yang lebih lengkap dibandingkan kedua jenis resensi yang lainnya.
Sedangkan Daniel (1997) membagi resensi menjadi duan jenis yaitu:
a.      Resensi buku nonsatra, bisa disajikan secara informative, evaluative maupun dengan resensi campuran.
b.    Resensi buku sastra, hampir menyerupai dengan meresensi karya sastra karena materi atau unsur-unsurnya berbeda dengan buku non fiksi.[7]
4.      Sasaran Resensi
Isdriani (2005: 152) mengatakan bahwa pokok-pokok yang dapat dijadikan sasran penilaian sebuah buku atau karya adalah latar belakang, jenis buku dan keunggulan buku. Hal yang diperhatiakn dalam menulis resensi adalah tidak ada dua buku dengan tema yang sama.[8]
5.      Kualifikasi Peresensi
Untuk dapat meresensi, anda perlu memiliki kualifikasi sebagai berikut:
a.       Memiliki pengetahuan di bidangnya
b.      Memilki kemampuan analisis
c.       Memiliki pengetahuan dalam acuan yang sebanding.[9]
D.      Langkah Penyusunan Review Book
Sebelum menulis resensi perlu memahami terlebih dahulu langakh-langkah yang harus ditempuh. Berkaitang dengan itu Daniel (1997: 6-7) memberikan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Penjajakan atau pengenalan terhadap buku yang akan diresensi
2.      Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat dan teliti
3.   Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
4.      Membuat synopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi
5.     Menentukan sikap dan menilai hal-hal yang berkaitan dengan organisasi penulis, bobot ide, aspek bahasanya, dan aspek teknisnya.
E.       Contoh Review Book
Resensi novel 5 cm
Judul novel          : 5 cm
Penulis                 : Donny Dirgantoro
Penerbit                : PT Grasindo
Tahun Terbir        : 2007
Tebal                    : 381 halaman
Sinposis
Buku 5 cm ini menceritakan tentang persahabatan lima anak pemuda yang sudah menjalani persahabatan selam 7 tahun, mereka yaitu Arial, Riana, Zahfar, Ian, Genta. Mereka adalah sahabat yang kompak, memiliki obsesi dan impian masing-masing. Mereka selalu bertemu dan berkumpul setiap saat. Karena bosan, setiap saat mereka saling bertemu dan berkumpul, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling berkomunikasi selama 3 bulan.
Selama 3 bulan berpisah, terjadi banyak hal yang membuat hidup mereka lebih berwarna dari sebelumnya. Arial yang jatuh cinta dengan teman fitnesnya, riana yang sukses ditempat kerjanya, ian yang berhasil menyelesaikan skripsinya, Genta yang sukses sebagai EO sebuah pameran dan Zafran yang semakin tergila-gila dengan Arinda, adik kandung Arial. Pertemuan setelah 3 bulan mereka rayakan dengan mendaki gunung tertinggi di Pulau Jawa “Mahameru” dan dalam perjalanan ini mereka menemukan arti persahabatan yang sesungguhnya.
Unsur Intrinsik Novel
1. Tema                : persahabatan 5 anak muda yang memiliki sifat yang berbeda
2. Latar Belakang: Stasiun Kereta Api Senen, Stasiun Lempuyeng, Ranu Pane, Ranu  Kumbolo, puncak Mahameru.
3. Waktu               : pagi hingga malam
4. Suasana            : menyenangkan, menegangkan, mengharukan
5. Alur                  : novel ini menggunakan alur maju mundur, karena terjadi cerita flashback dan kejadian yang akan dating.
6. Gaya bahasa     : menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca.
7. Amanat          : Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu pengertian kepada kita, hal yang perlu kita miliki adalah “keyakinan” karena dengan keyakinan kita bisa menaklukan apa saja yang membuat kita menjadi lemah.
8. Penokohan        :
a.       Arial adalah pria terganteng diantara mereka, serta bertubuh atletis.
b.      Riana adalah gadis berkacamata yang cantik, cerdas dan selalu mengutamakan prestasi.
c.   Zafran adalah pria berbadab kurus, anak band, suka bersya’ir dan hidupnya kurang lengkap bila tidak bersya’ir.
d.      Ian adalah pria yang gila bola, suka makan dan fans dari happy salma.
e.    Genta adalah pria aktivis kampus, baik hati, dan merupakan “leader” diantara sahabat-sahabatnya.
Kelebihan Novel
Didalam novel terdapat kata-kata yang membuat kita termotivasi dan bersemangat. Ditambah dengan penggunaan bahasa yang mudah dipahami dan penataan setting waktu yang dibuat secara detail.
Kekurangan Novel
Pada saat ending, keadaannya sangat memaksa, dengan pembentukan sebuah keluarga diantara 5 sahabat tersebut. Dan dengan keturunan yang memiliki 5 sifat yang sama seperti 5 sahabat tersebut.


[1] Heri Jauhari, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2008), hlm 145
[2] Dahlan, Keterampilan Menulis, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), hlm 229-230
[3] Nurudin, Kiat Meresensi Buku di Media Cetak, (Jakarta: Muria Kencana, 2009) hlm 5
[4] Asep Syaiful M & Romli, Kamus Jurnalistik, (Bandung: Refika Offest, 2008) hlm 112
[5] Sri Hapsari Wijayanti dkk, Bahasa Indonesia Penulisan Penyajian Karya Ilmiah, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2013), hlm 178-179
[6] Dahlan, Keterampilan Menulis, ...., hlm 235-237
[7] Dahlan, Keterampilan Menulis, ...., hlm 232-234
[8] Dahlan, Keterampilan Menulis , ...., him 234
[9] Sri Hapsari Wijayanti, Bahasa Indonesia Penulisan Penyajian Karya Ilmiah,...., hlm 181

Tidak ada komentar:

Posting Komentar